bg-gpmb-type

Perkembangan marching band di Indonesia dewasa ini, tidak bisa disangkal lagi, telah diminati sebagian generasi muda baik di lembaga pendidikan formal maupun non formal, instansi pemerintah dan swasta. Hal ini dipandang oleh Deputi Mepora Bidang Pembudayaan Olahraga yang pada saat itu dijabat oleh Tunas Dwidharto, bahwa marching band sudah menjadi gaya hidup generasi muda Indonesia, dan sebagai bagian dari olahraga untuk meningkatkan kebugaran jasmani juga sebagai sarana olahraga rekreasi.

Seperti kita ketahui, GPMB yang diselenggarakan oleh Yayasan GPMB merupakan ajang marching band tanah air yang paling bergengsi. Diajang tahunan ini, para dedengkot marching band berlaga memperebutkan gelar-gelar puncak, sebagai grup terbaik, maupun gelar individu terbaik untuk solo horn, duet horn, brass ensemble, solo percussion, dan solo keybord percussion. Sebuah grup marching band dinyatakan terbaik dalam sebuah kejuaraan, apabila mampu memenuhi secara maksimal unsur-unsur yang ada dalam “pergelaran’ marching band. Unsur unsur itu paling kurang ada sepuluh, yaitu field visual, field music, field percussion, ensemble music, ensemble visual, color guard, musik effect, visual effect, field commander, dan ketepatan waktu.

bg-gpmbseries-type

Tujuan dasar dibentuknya GPMB adalah untuk membantu (pemerintah) menciptakan generasi muda yang berkarakter, berprestasi, berintegritas tinggi, cinta tanah air dan bangga terhadap Negara dan bangsanya. Namun, bertolak dari konsep dasar seperti itu, tumbuh satu pemikiran untuk mengembangkan GPMB ke daerah/provinsi. Sekaligus untuk merangsang peningkatan kualitas marching band di Indonesia. Maka terpikirkanlah adanya GPMB Series, yang diadakan di daerah-daerah/propinsi- propinsi.

Dengan digelar di provinsi, maka unit-unit marching band tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk ke Jakarta. Barulah nanti, pemenangnya bisa ikut di puncak puncak kejuaraan GPMB Tingkat nasional di Jakarta. Sistem ini mengingatkan kita pada DCI – USA). Maka, di sela-sela Babak Final GPMB XX VI 2010, tepatnya tanggal 27 Desember 2010, di depan ribuan pasang mata insan marching band Indonesia, Yayasan GPMB mengukuhkan dan melantik secara resmi Pengurus Wilayah GPMB Jawa Barat. Pengurus wilayah pertama dalam sejarah perjalanan GPMB ini, diharapkan dapat menggelar GPMB Series tersebut. Sehingga bisa menjadi “contoh”, bagi tumbuh kembangnya GPMB Series di daerah-daerah lainnya di negeri ini.

bg-gpjb-type

Penyelenggaraan acara Grand Prix Junior Band (GPJB) merupakan bentuk komitmen Yayasan Grand Prix Marching Band (GPMB), selaku penyelenggara GPJB, untuk terus berperan aktif dalam pengembangan generasi muda Indonesia. Karena generasi muda adalah harapan kita bersama untuk menjadikan bangsa Indonesia lebih baik lagi di masa yang akan datang . Harapannya, generasi muda Indonesia dapat lebih meningkatkan rasa percaya diri, disiplin, kekompakan dan kebersamaan. (Lisa, GPJB 2012).

Dimata Ibu Linda Amalia Sari Gumelar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, GPJB merupakan salah satu tempat anak-anak untuk berkreasi dan berinovasi dalam mengembangkan bakat seninya. Sekaligus salah satu wadah untuk membentuk anak-anak Indonesia berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya dan berkarakter. Hal ini laras dengan kebijakan pemerintah dibidang pemenuhan hak partisipasi anak adalah mengambangkan wadah-wadah partisipasi anak berbasis pengembangan bakat, minat dan kemampuan anak-anak agar menjadi warga Negara yang aktif (active siizen) selama tumbuh kembangnya.

Grand Prix Junior Marching Band merupakan event tahunan yang digelar sejak tahun 2001. Didalamnya terdapat tiga kategori : Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang memperebutkan Piala Bergilir Presiden RI, Piala Menteri Pemuda dan Olahraga, dan Piala Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

bg-kbf-type

Kids Band Festival, sengaja diperuntukkan bagi para anak-anak Indonesia yang tengah duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK). Sejak digelar pertama kali 2005 sampai sekarang, Kids Band Festival menjadi salah agenda dan mendapat sambutan hangat. Mohamad Nuh, saat menjabat Menteri Pendidikan Nasional, menyambut gembira penyelenggaraan Kids Band Festival VI 2011. Kegiatan ini merupakan ajang pengembangan diri tunas-tunas bangsa melalui aktivitas lomba marching band. Marching band ini merupakan kegiatan yang mengandung aspek seni yang lengkap, meliputi musik, tari, dan perancangan mode pakaian.

Unsur baris-berbaris dan olah raga merupakan aspek yang menojonl dari kegiatan ini. Nilai penting lain dari Kids Band Festival ini, anak didik kita – yang masih duduk dibangku Taman Kanak-kanak –dibiasakan sejak dini untuk berkompetisi secara terbuka, dalam suasana bersahabat dan riang gembira. Hal ini akan membantu membentuk karakter insane Indonesia untuk terbiasa bersaing secara sehat dan tetap dalam semangat kebersamaan.